Skip to content
Go back

Bride for Cursed's Dragon King - Chapter 7

Chapter 7: Pilihan yang Tak Pernah Dibuat

Pertanyaan itu menggantung di udara malam yang dingin, terasa begitu berat dan menuntut sebuah jawaban mutlak.

Elara berdiri di persimpangan jalan paling krusial dalam hidupnya.

Di belakangan sana, ada dunia manusia—sebuah dunia yang penuh dengan kepalsuan dan pengkhianatan, tempat di mana pria yang paling dia percayai tega menjualnya demi sekantung koin perak tanpa kedipan mata.

Sementara di depannya, berdiri sosok yang dijuluki “monster”—seorang raja naga yang berbicara dengan kejujuran yang begitu menyakitkan, memikul duka nestapa selama satu abad sendirian.

Tiba-tiba, sebuah kesadaran besar muncul di benak Elara. Selama seratus tahun ini, setiap pengantin yang dikirim ke istana ini selalu datang sebagai korban yang dipaksa. Mereka diseret ke sini dengan rantai di kaki, menangis pilu, dan sudah menanam rasa benci yang teramat sangat kepada sang raja naga bahkan sebelum mereka melihat wajahnya. Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki hak pilih. Mereka semua hanyalah komoditas transaksi politik yang penuh ketakutan.

Namun, dirinya berbeda. Dia sudah pernah menyentuh pria ini sebelumnya. Dia tahu bagaimana rasanya kehangatan tubuh pria ini. Dia juga tahu, pria ini secara insting menyelamatkannya dari kejaran beruang saat mereka bahkan tidak saling mengenal.

Alih-alih berbalik arah dan berlari menuju gerbang taman labirin, Elara justru mengambil satu langkah maju, mendekati Kane.

“Gadis-gadis yang datang sebelum aku,” ucap Elara, suaranya terdengar sangat stabil dan bergema di tengah keheningan taman labirin. “Mereka semua dipaksa ke sini. Mereka sudah membencimu sebelum mereka sempat mengenalmu.”

Kane menatap pergerakan gadis itu, napasnya tertahan di tenggorokan. “Benar. Mereka hanya merasakakan ketakutan padaku. Dan ketakutan adalah sesuatu yang sangat dingin.”

“Aku tidak takut padamu, Kane. Aku percaya kamu bukan monster. Kamu sudah menyelamatkanku.” kata Elara, memanggil nama aslinya untuk pertama kali.

Dia mengambil satu langkah lagi, mengikis jarak di antara mereka hingga dia bisa merasakan hawa panas yang familier dan menenangkan memancar dari tubuh tegap pria itu.

“Dan aku sudah lelah berlari dari orang-orang yang seharusnya melindungiku, tapi malah menusukku dari belakang.”

Perlahan dan penuh keyakinan, Elara mengangkat tangan kanannya. Dia membuka telapak tangannya menghadap ke atas, menyodorkannya secara sukarela di bawah siraman cahaya rembulan.

Kane menatap telapak tangan kecil itu seolah-olah sedang melihat sebuah keajaiban suci. Seluruh tubuhnya bergetar hebat. Selama seratus tahun, sentuhannya hanya membawa kematian yang instan dan menyakitkan. Trauma psikologis dari seribu abu pengantin mendadak berteriak di dalam kepalanya, menyuruhnya untuk menarik diri, melindungi gadis ini, dan kembali bersembunyi di menara gelapnya yang sepi.

Kane ragu-ragu, tangannya tertahan hanya beberapa inci di atas tangan Elara.

“Kalau kamu menyentuhku… dan aku mati… apa kamu akan menyesal?” tanya Elara dengan mata menatap lurus ke dalam manik mata emas Kane.


Share this post:
Share this post:

Discussion & Reactions



Previous Post
Bride for Cursed's Dragon King - Chapter 8
Next Post
Bride for Cursed's Dragon King - Chapter 6